CTO Intelligence Index 2026
100 Pemimpin Teknologi Jasa Keuangan Indonesia
Peringkat 1–100
- 100institusi, dinilai dengan rubrik dan bobot yang sama
- 5domain berbobot; bobot, rubrik, dan rumusnya diterbitkan
- 347tautan sumber publik yang berbeda; 99 dari 100 institusi memiliki sumber tertaut
- 55nama pemimpin tertaut ke sumber publik; 45 ditandai dalam verifikasi
- 99,7%dari 1.000 simulasi bobot menempatkan seluruh sepuluh besar di posisi 1–12
- 3tahap; wawancara verifikasi dan hak jawab menyusul sebelum skor final
CTO Intelligence Index 2026
Penghargaan Kategori 2026
Seratus institusi, enam belas kategori. Setiap pemimpin teknologi mendapat tempat di kategorinya sendiri: dari Direktur Teknologi Bank Daerah hingga CTO Pembayaran Digital.
Urutan di tiap kategori mengikuti nilai gabungan penilaian awal Tahap 1 (bukti publik per 24 September 2026), yang menilai fungsi teknologi institusi; nama dicantumkan sebagai pemimpin periode berjalan. Institusi dengan nilai sama di kategorinya berbagi posisi (No. 1 bersama); nama yang masih dalam verifikasi ditandai dan belum mendapat lencana. Penghargaan akan diperbarui setelah wawancara verifikasi dan hak jawab.
Temuan
Hampir semua direktur teknologi bank dan BUMN datang dari bank dan lembaga keuangan lain
Bayangkan 27 kursi direktur teknologi, sebagian besar di bank dan BUMN. Saat ditelusuri siapa yang mendudukinya, 25 orang datang dari dunia yang sama: bank, asuransi, atau lembaga keuangan lain. Mereka berpindah dari satu gedung ke gedung berikutnya; dua pindah dari BSI dan dua dari Bank Mandiri untuk memimpin teknologi di bank lain. Hanya dua yang datang dari luar, dan keduanya pun bukan dari engineering: satu dari penjualan perusahaan perangkat lunak (Pegadaian), satu dari politik daerah (BPJS Ketenagakerjaan). Di perusahaan pembayaran dan kredit digital, ceritanya lain: CTO DANA sebelumnya di Microsoft, CTO Kredivo sebelumnya memimpin engineering di Grab, dan CTO Xendit ikut mendirikan perusahaannya. Teknologinya terus berganti; asal para pemimpinnya hampir tidak.
Sebelas perpindahan yang jejaknya bisa ditelusuri:
Dalam delapan belas bulan, separuh kursi teknologi sudah berubah
Bayangkan lomba lari estafet sepanjang tiga sampai lima tahun: kira-kira selama itulah sebuah institusi keuangan butuh waktu untuk benar-benar berubah dengan AI. Sekarang lihat siapa yang memegang tongkatnya. Sejak Maret 2025, 14 dari 27 kursi teknologi setingkat direksi sudah berganti pemegang atau berubah bentuk. Tiga di antaranya kursi yang baru dibuat (bank bjb, KPEI, Bank Sumut); satu lagi, di Bank DKI, dikosongkan pemegang saham hanya beberapa hari setelah layanannya terganggu. Artinya, banyak pelari menyerahkan tongkat sebelum lintasannya selesai: programnya berjalan terus, tetapi orang yang memulainya sering tidak sempat menuntaskannya.
Kapan tiap kursi terakhir berganti pemegang atau bentuk:
Hanya satu dari tiga institusi keuangan memberi teknologi kursi di meja direksi
Di setiap institusi keuangan ada satu meja tempat keputusan terbesar diambil: rapat direksi. Di sana duduk direktur keuangan, direktur risiko, direktur bisnis. Pertanyaannya sederhana: adakah satu kursi yang namanya teknologi? Dari 93 institusi yang susunan direksinya ditelusuri, jawabannya “ada” hanya di 31: sebagian besar bank dan BUMN, ditambah badan publik, satu fintech milik BUMN, satu bank digital milik fintech, dua asuransi grup Astra, dan satu multifinance. Di 62 lainnya, teknologi tidak disebut dalam jabatan direksi mana pun. Lima lembaga penjaminan dan pembiayaan negara tidak memiliki kursi itu sama sekali; empat bank asing dan dua anak usaha grup besar memakai jabatan direktur yang umum; empat bank daerah tidak mencantumkannya dalam nama jabatan. Yang menarik, bank digital dan perusahaan pembayaran, yang bisnisnya hidup dari aplikasi, umumnya menaruh teknologi satu tingkat di bawah meja itu, di tangan seorang CTO atau Head. Di multifinance dan asuransi swasta, letak teknologi di bawah direksi belum ditelusuri untuk temuan ini; polanya diperkirakan serupa.
Seratus institusi yang mengurus uang Indonesia, dalam satu peta
Menabung, membayar lewat aplikasi, mencicil motor, membeli polis, membeli saham: hampir semua urusan uang sehari-hari melewati institusi seperti seratus nama di peta ini, dari BRI dan BCA hingga bank daerah, dari DANA dan GoPay hingga Bursa Efek Indonesia. Agar mudah dibaca, mereka dikelompokkan menjadi sepuluh klaster. Tab A menunjukkan siapa saja mereka, tab B mengurutkan mereka di tiap domain, tab C memuat nama pemimpin teknologinya, dan tab D menyusun seluruhnya dari 1 sampai 100. Angkanya adalah penilaian awal dari bukti publik per 24 September 2026 dan akan diperbarui setelah wawancara verifikasi dan hak jawab.
Pengelompokan disusun Sagara Technology. Kebutuhan teknologi adalah hipotesis analitis berbasis model bisnis publik — bukan asesmen, bukan data internal, dan bukan pernyataan tentang rencana institusi mana pun.
Kenapa kolom ini ada, tetapi tidak diberi skor
Dalam sembilan bulan, BRI mengganti pemimpin teknologinya dua kali — perombakan direksi Maret 2025 diikuti perombakan lagi pada RUPSLB Desember 2025. Bank Mandiri memindahkan Timothy Utama dari Direktur Information Technology ke Direktur Operations pada Agustus 2025. BCA baru mengangkat direktur teknologinya pada Maret 2026. Memberi skor pada nama, di tengah rotasi secepat itu, akan menilai orang atas warisan sistem yang dibangun pendahulunya. Karena itu nama dicantumkan sebagai keterangan kepemimpinan periode berjalan — bukan sebagai subjek yang diperingkat.
Mesin ekonomi tiap segmen, dan apa yang bisa digerakkan teknologi
Dua puluh segmen jasa keuangan, termasuk yang menampung seratus institusi di atas, dibaca dari sumber pendapatannya. Kolom terakhir adalah hipotesis analitis tentang apa yang bisa diperbaiki AI, digital, dan siber pada 2026–2030.
Kolom biru: semua butir di dalamnya bisa dikerjakan bersama tim Sagara Tech. Klik butirnya untuk membaca apa itu, angka yang digerakkannya, dan arahnya sampai 2030.
| Segmen | Sumber pendapatan yang lazim | Mesin ekonomi sebenarnya | Yang bisa digerakkan 2026–2030 |
|---|---|---|---|
| Commercial Bank / BPD | 65–80% net interest income; 15–25% fees; 5–10% treasury/other | Loan ↑ + CASA ↑ + fee/customer ↑ + cost & NPL ↓ | |
| Digital Bank | 60–75% lending/spread; 15–25% fees; 5–15% treasury/other | Active customer × transactions × products/customer | |
| BPR / Rural Bank | 80–90% interest/margin; 5–15% fees; <10% other | Loan volume ↑ + NPL ↓ + operating cost ↓ | |
| Multifinance / Leasing | 75–90% financing yield; 5–15% origination/admin; 5–10% insurance/other | Outstanding financing × yield – credit loss | |
| Insurance | 70–85% premium/underwriting income; 10–25% investment; 5–10% fees/other | Premium ↑ + retention ↑ + loss ratio ↓ | |
| Payment / Acquirer / Gateway | 60–80% MDR/take rate; 10–25% value-added services; 5–15% float/other | Transaction volume × take rate | |
| Fintech Lending / Pindar | 50–70% platform/origination/service fees; 20–40% financing economics*; 5–15% other | Origination ↑ + repeat borrower ↑ + default ↓ | |
| Securities / Brokerage | 35–55% brokerage; 20–35% underwriting/advisory; 10–25% financing/interest; remainder other | Trading volume + active investor + AUM/client | |
| Investment Banking | 30–45% M&A/advisory; 25–40% ECM/DCM underwriting; 15–30% structured finance/other | More mandates × bigger deal size × faster execution | |
| Asset Management | 70–90% management fee; 0–20% performance fee; 5–15% other | AUM ↑ + performance ↑ + client retention ↑ | |
| Wealth Management / Private Banking | 40–60% advisory/AUM fees; 20–40% lending/deposit economics; 10–20% brokerage/FX/other | AUM/client ↑ + products/client ↑ + retention ↑ | |
| Pegadaian / Secured Lending | 70–85% financing margin/ujrah; 10–20% gold/transaction fees; 5–10% other | Loan book ↑ + utilization ↑ + loss ↓ | |
| Credit Guarantee / Penjaminan | 70–90% guarantee fee; 10–30% investment income | Guaranteed portfolio ↑ – claim ratio ↓ | |
| Dana Pensiun / DPLK | Operator: 60–80% management/admin economics; 10–25% service/other | AUM ↑ + participants ↑ + operating efficiency ↑ | |
| Exchange / Clearing / Custody / Market Infrastructure | 40–60% transaction/clearing; 15–25% listing/custody; 15–30% data/technology/other | Transaction volume + issuers + market data monetization | |
| Digital Assets / ITSK | 50–70% transaction fees; 15–25% custody/management; 10–20% issuance/data/other | Assets × transactions × take rate | |
| Venture Capital | ~1,5–2,5% management fee/AUM per tahun + ~15–25% carry | Find winners earlier + portfolio value ↑ + successful exits ↑ | |
| Private Equity | ~1,5–2,0% management fee + ~20% carried interest; carry dapat mendominasi pada tahun exit | EBITDA portfolio ↑ + valuation multiple ↑ + successful exits | |
| Single Family Office | Tidak punya external revenue mix; targetnya return dan preservation of family capital | Risk-adjusted return + capital preservation + visibility | |
| Multi-Family Office | 60–80% AUM/advisory fees; 10–20% administration/reporting; 10–20% transaction/other | AUM ↑ + HNW clients ↑ + retention ↑ |
Komposisi pendapatan adalah rentang lazim per segmen, bukan angka institusi tertentu; * pada fintech lending: porsi financing economics bergantung pada model on-balance-sheet atau marketplace.
Metodologi: bagaimana peringkat ini disusun dan cara memeriksanya
Bukti publik
Pemberitaan media bisnis, situs dan rilis resmi institusi, keterbukaan informasi, dan toko aplikasi dibaca untuk memberi satu tingkat pada setiap domain, disertai satu kalimat dasar penilaian per institusi. Tautan sumber ditampilkan di profil institusi.
Wawancara verifikasi
Wawancara terstruktur dengan fungsi teknologi tiap institusi untuk menguji klaim yang tidak bisa dibuktikan dari dokumen, dengan permintaan bukti untuk setiap klaim yang bisa diverifikasi.
Hak jawab dan publikasi
Setiap institusi menerima skor dan dasarnya sebelum skor final diterbitkan, dengan tenggat untuk mengoreksi fakta. Keberatan yang tidak diterima tetap dicatat.
Ajukan hak jawab4.1Indeks dalam satu halaman
- Pertanyaan
- Seberapa jauh fungsi teknologi setiap institusi mengeksekusi transformasi digital dan AI, sebagaimana terlihat dari bukti publik?
- Pembaca
- Pimpinan institusi keuangan dan fungsi teknologinya, investor, analis, dan pembuat kebijakan.
- Yang dinilai
- Fungsi teknologi institusi, bukan pribadi pemimpinnya. Nama dicantumkan sebagai pemimpin periode berjalan dan tidak diberi skor; kursi yang sedang berganti mencantumkan pemegang sebelumnya, ditandai “hingga …”.
- Populasi
- 100 institusi jasa keuangan Indonesia, dikelompokkan dalam lima kategori (18 · 14 · 16 · 37 · 15) dan sepuluh klaster di Peta 100 institusi. Jenisnya mencakup bank BUMN, syariah, daerah, swasta, asing, dan digital; pembayaran; multifinance; asuransi; biro kredit; pasar modal; serta lembaga keuangan negara. Populasi dipilih secara purposif oleh penyusun.
- Periode bukti
- Bukti publik yang terbit hingga 24 September 2026, tanpa batas awal; usia bukti dibahas di 4.10.
- Kerangka
- Lima domain berbobot: Outcomes 22 · Adoption 17 · Enablers 20 · Strategy 15 · Ways of Working 26. Dua puluh sinyal bukti menjelaskan apa yang dicari di setiap domain.
- Skala
- Empat tingkat: Leading, Accelerating, Advancing, Emerging. Tahap 1 memakai tiga tingkat teratas; Advancing juga menjadi tingkat untuk bukti yang tipis atau tidak ada.
- Agregasi
- Rata-rata tertimbang linear, dipetakan ke nilai 86–98 dan dibulatkan; nilai yang sama membentuk satu kelompok posisi.
- Ketahanan
- 1.000 simulasi bobot (setiap bobot digeser antara 50% dan 150%), dengan benih acak tetap agar hasilnya dapat diulang.
- Status
- Tahap 1 dari 3: penilaian awal, sebelum wawancara verifikasi dan hak jawab.
- Versi
- 1.1 · diperbarui 10 Oktober 2026 · riwayat versi
- Penerbit
- Sagara Technology (PT Sagara Asia Teknologi), Jakarta.
4.2Lima domain dan dua puluh sinyal bukti
Setiap domain menjawab satu pertanyaan. Empat sinyal di bawah setiap domain menjelaskan bukti seperti apa yang dicari.
Apakah teknologi sudah terlihat di hasil bisnis?
- O1 Skala kanal digital pengguna, transaksi, atau nilai transaksi yang diungkap.
- O2 Kontribusi ke pendapatan fee, dana murah, atau penyaluran lewat kanal digital.
- O3 Efisiensi dan otomasi waktu proses, biaya, atau porsi proses tanpa sentuhan manual yang dilaporkan.
- O4 Keandalan layanan ketersediaan layanan dan rekam jejak gangguan yang tercatat publik.
Seberapa jauh AI dan otomasi masuk ke proses inti?
- A1 AI di keputusan inti kredit, fraud, risiko, atau underwriting.
- A2 AI di layanan dan operasi layanan nasabah, dokumen, penagihan, rekonsiliasi.
- A3 Sebaran lintas bisnis penggunaan di lebih dari satu lini bisnis atau anak usaha.
- A4 AI untuk karyawan asisten AI dan alat kerja berbasis AI, termasuk untuk engineering.
Apakah fondasinya siap menopang skala?
- E1 Kursi teknologi di puncak direktur atau eksekutif teknologi dengan portofolio yang diumumkan.
- E2 Fondasi data platform data dan analitik terpusat.
- E3 Arsitektur modern modernisasi core, API, dan cloud.
- E4 Keamanan dan ketahanan kerangka keamanan siber dan ketahanan operasional yang diungkap.
Apakah arahnya tertulis, didanai, dan diatur?
- S1 Strategi yang diterbitkan rencana strategis TI, digital, atau AI.
- S2 Komitmen investasi belanja atau program teknologi yang diungkap.
- S3 Kemitraan dan ekosistem integrasi mitra, API terbuka, keuangan tertanam.
- S4 Tata kelola tata kelola data, AI, dan risiko model.
Bagaimana organisasi teknologinya membangun?
- W1 Engineering internal produk inti yang dibangun dan dikelola tim sendiri.
- W2 Model operasi produk tim lintas fungsi dengan pemilik produk.
- W3 Ritme rilis pembaruan produk yang berkelanjutan dan terlihat publik.
- W4 Talenta dan kesinambungan rekrutmen teknologi dan stabilitas kursi pemimpinnya.
Pada Tahap 1, tingkat diberikan per domain berdasarkan bukti yang tersedia, dengan satu kalimat dasar per institusi; nilai per sinyal belum dicatat terpisah. Daftar sinyal ini diterbitkan pada versi 1.1 dan menjadi lembar kode wawancara Tahap 2.
Mengapa bobotnya begini
Bobot sama untuk setiap institusi dan ditetapkan secara normatif oleh tim penyusun. Outcomes (22) menimbang hasil yang terlihat, dan Ways of Working (26), bobot tertinggi, menimbang cara organisasi membangun: dua hal yang paling sulit dibuat-buat. Enablers (20) menimbang fondasi yang menentukan apakah eksekusi bisa diperbesar. Adoption (17) sengaja dibatasi agar pengumuman uji coba AI tidak menggelembungkan nilai, dan Strategy (15) paling rendah karena dokumen strategi paling mudah diterbitkan dan paling sulit diverifikasi dari luar. Seberapa jauh peringkat bergantung pada pilihan ini diuji di 4.6.
4.3Rubrik tingkat
Setiap domain diberi satu dari empat tingkat menurut ciri buktinya. Rubrik yang sama dipakai untuk kelima domain.
| Tingkat | Poin | Ciri bukti | Dipakai pada Tahap 1 |
|---|---|---|---|
| Leading | 4 | Praktik berjalan pada skala institusi, dan hasilnya diungkap dengan angka atau rujukan yang dapat diperiksa. | 19 |
| Accelerating | 3 | Praktik sudah melampaui tahap uji coba di lebih dari satu area; hasilnya diungkap sebagian. | 142 |
| Advancing | 2 | Inisiatif, uji coba, atau rencana sudah diungkap, atau bukti publiknya tipis atau tidak ada. Tingkat terendah yang diberikan pada Tahap 1. | 339 |
| Emerging | 1 | Fondasi masih dibangun. Ada dalam skala, tetapi belum diberikan pada Tahap 1. | 0 |
Kolom terakhir menghitung 500 penilaian domain (100 institusi × 5 domain). Pada Tahap 1, domain yang bukti publiknya tipis atau tidak ada ditempatkan pada Advancing, tingkat terendah yang dipakai. Ini adalah imputasi lantai yang dinyatakan terbuka: Advancing pada Tahap 1 tidak selalu berarti ada inisiatif yang diungkap. 38 institusi berada di tingkat ini pada kelima domain.
4.4Cara menghitung nilai
1Poin rata-rata tertimbang P = Σ (poin domain × bobot domain) ÷ 100
2Nilai = 86 + 12 × (P − 1) ÷ 3, dibulatkan ke bilangan bulat terdekat
3Tingkat keseluruhan: Leading bila P ≥ 3,4 · Accelerating bila P ≥ 2,4 · selain itu Advancing
Skala tampilan memetakan poin rata-rata 1–4 secara linear ke 86–98. Karena Tahap 1 hanya memakai tiga tingkat teratas, seluruh nilai berada di 90–98. Jarak antarnilai sengaja tipis: yang dibaca adalah urutan dan kelompoknya, bukan selisih angkanya.
4.5Nilai yang sama dan cara membaca posisi
Nilai dibulatkan ke bilangan bulat, sehingga banyak institusi berbagi nilai yang sama. Mereka membentuk satu kelompok posisi: di dalam kelompok, urutan tidak menunjukkan perbedaan kinerja. Karena itu kartu yang berbagi nilai menampilkan rentang posisinya, misalnya setara #18–37, dan penghargaan kategori memberi posisi bersama kepada institusi yang nilainya sama di kategorinya.
Di dalam kelompok, empat besar diurutkan secara editorial (BRI, BCA, Bank Mandiri, Pegadaian), selebihnya menurut abjad.
4.6Uji ketahanan: seberapa jauh peringkat bergantung pada bobot
Bobot adalah pilihan. Untuk mengujinya, kelima bobot diambil acak 1.000 kali, masing-masing antara 50% dan 150% dari bobot yang diterbitkan, lalu peringkat dihitung ulang dengan aturan yang sama. Rentang di bawah menunjukkan posisi yang ditempati setiap institusi pada 90% simulasi.
Cara baca: posisi di dalam kelompok nilai yang sama dihitung sebagai rentang (posisi terbaik sampai terburuk), bukan diundi. Yang dilaporkan adalah persentil ke-5 posisi terbaik dan persentil ke-95 posisi terburuk. Uji ini hanya menggeser bobot; aturan lantai, pembulatan, dan cara agregasi belum diuji.
Coba bobot Anda sendiri
Geser bobot dan lihat sepuluh besar dihitung ulang dengan rumus yang sama. Bobot nol berarti domain diabaikan.
4.7Sumber bukti dan status verifikasi
- Setiap nama berstatus terverifikasi menautkan satu atau dua sumber publik di kartunya. Jenisnya beragam: 25 dari 55 tertaut ke situs resmi institusi, asosiasi, regulator, atau pemerintah, 26 ke pemberitaan media tanpa sumber resmi, dan 4 hanya ke profil profesional atau basis data pihak ketiga (Home Credit Indonesia, Akulaku Indonesia, Ajaib, Stockbit); status yang terakhir ini perlu ditinjau ulang.
- Nama berstatus dalam verifikasi berasal dari riset Sagara atas profil profesional dan sumber sekunder, dan belum tertaut ke sumber publik. Nama itu dipakai sebagai titik awal verifikasi, bukan sebagai temuan.
- Nilai institusi dinilai dari bukti institusinya, bukan dari siapa pemimpinnya. Pengecualian: dasar penilaian 22 institusi menyebut kursi atau jabatan teknologi yang masih dalam verifikasi.
- Tiga nama tercatat sebagai pemegang jabatan sebelumnya, ditandai “hingga …” di kartunya.
- Bukti per domain belum dipetakan satu per satu: setiap institusi memiliki satu daftar sumber dan satu kalimat dasar penilaian, bukan tautan untuk setiap tingkat domain.
- Periode bukti ditutup 24 September 2026, tanpa batas awal. Sedikitnya 55 tautan (16%) menunjukkan tahun 2022 atau sebelumnya. Bukti yang terbit sesudah 24 September masuk ke pembaruan berikutnya dan dicatat di riwayat versi.
4.8Independensi dan konflik kepentingan
- Tidak ada biaya. Tidak ada institusi yang membayar untuk masuk daftar, dinilai, atau mengubah peringkatnya.
- Satu rubrik untuk semua. Rubrik dan bobot yang sama berlaku untuk seratus institusi, tanpa penyesuaian per institusi.
- Hubungan komersial dinyatakan. Sagara Technology bekerja langsung dengan sebagian institusi dalam indeks ini; daftar namanya belum diterbitkan. Rubrik dan bobot tidak berubah karena hubungan itu.
- Penilaian editorial diberi label. Untuk satu institusi (Pegadaian), penilaian memakai pengamatan langsung Sagara selain bukti publik, sehingga tidak dapat diperiksa sepenuhnya dari sumber publik. Kartunya berlabel penilaian editorial, dan alasannya ditulis sebagai penilaian Sagara.
- Nilai melekat pada institusi. Peringkat dan penghargaan ditentukan oleh nilai fungsi teknologi institusi, lalu dicantumkan atas nama pemimpin periode berjalan. Kursi yang sedang berganti ditandai “hingga …”; nama yang masih dalam verifikasi ditandai dan belum mendapat lencana.
4.9Hak jawab, koreksi, dan riwayat versi
Kesalahan fakta, seperti nama, jabatan, tanggal, atau sumber, dapat dilaporkan siapa pun dengan menyertakan rujukannya. Bila koreksi diterima, data diperbaiki dan dicatat di bawah beserta tanggalnya. Keberatan atas penilaian yang tidak diterima tetap dicatat bersama alasannya.
| Versi | Tanggal | Perubahan |
|---|---|---|
| 1.1 | 10 Oktober 2026 | Metodologi diperluas: domain, sinyal bukti, rubrik, rumus, aturan nilai sama, uji ketahanan, sumber bukti, batasan, dan data terbuka diterbitkan. Penghargaan kategori dan penghargaan khusus kini memberi posisi bersama bila nilainya sama, dan nama dalam verifikasi ditandai. Label sumber di kartu kini mengikuti tautan yang tampil. Tidak ada perubahan nilai maupun peringkat. |
| 1.0 | Data per 24 September 2026 | Penilaian awal Tahap 1 berbasis bukti publik untuk seratus institusi dalam lima domain. |
| Berikutnya | Tahap 2 | Wawancara verifikasi. Setiap perubahan nilai akan dicatat di sini, per institusi, beserta alasannya. |
4.10Batasan yang perlu diketahui pembaca
- Bias keterbukaan. Institusi yang lebih banyak mengungkap informasi cenderung bernilai lebih tinggi. Ketiadaan bukti publik bukan bukti ketiadaan praktik.
- Imputasi lantai. 38 institusi berada pada Advancing di kelima domain; bagi sebagian di antaranya, ini mencerminkan bukti publik yang tipis, bukan inisiatif yang terlihat (4.3).
- Skala yang sempit. Tiga tingkat yang dipakai dan skala tampilan 90–98 membuat selisih di bawah sepuluh besar kecil; posisi di sana dibaca sebagai kelompok (4.5).
- Agregasi kompensatoris. Rata-rata tertimbang memungkinkan domain yang kuat menutup domain yang lemah; profil lima domain di setiap kartu menunjukkan bentuk sebenarnya.
- Uji ketahanan terbatas pada bobot. Aturan lantai, pembulatan, dan cara agregasi belum diuji (4.6).
- Bukti per domain belum dipetakan. Setiap institusi memiliki satu daftar sumber dan satu kalimat dasar, belum tautan untuk setiap tingkat domain.
- Belum diverifikasi langsung. Belum ada wawancara verifikasi (Tahap 2) maupun hak jawab (Tahap 3).
- Nama dalam verifikasi. 45 dari 100 nama belum tertaut ke sumber publik, dan 4 nama terverifikasi hanya bersandar pada profil pihak ketiga.
- Penilaian editorial. Satu institusi (Pegadaian) dinilai dengan pengamatan langsung Sagara yang tidak dapat diperiksa dari sumber publik.
- Komposisi dan usia sumber. 77% tautan yang berbeda berasal dari media dan publikasi; sedikitnya 16% menunjukkan tahun 2022 atau sebelumnya.
- Populasi purposif. Seratus institusi ini bukan sensus sektor jasa keuangan dan bukan sampel acak; institusi di luar daftar tidak dinilai.
4.11Penilaian mandiri terhadap standar internasional
Tanpa mitra eksternal, indeks ini menilai dirinya sendiri terhadap dua rujukan terbuka untuk peringkat dan indeks komposit, lalu menerbitkan hasilnya apa adanya, termasuk yang baru terpenuhi sebagian atau belum. Ini penilaian mandiri, bukan audit eksternal.
Berlin Principles on RankingPrinsip peringkat dari International Ranking Expert Group (IREG, dibentuk UNESCO-CEPES dan Institute for Higher Education Policy), Berlin, 2006. Disusun untuk peringkat perguruan tinggi; diterapkan di sini secara analogi.
| Prinsip | Status | Di indeks ini |
|---|---|---|
| 1Satu dari beberapa cara menilai | Disajikan sebagai bacaan bukti publik, bukan audit dan bukan pengganti pengawasan regulator. | |
| 2Tujuan dan pembaca yang jelas | Pertanyaan, pembaca, unit penilaian, dan populasi dinyatakan di 4.1. | |
| 3Mengakui keragaman institusi | Lima kategori dan enam belas penghargaan kategori; satu rubrik dipakai untuk semua jenis institusi agar sebanding. | |
| 4Sumber data dijelaskan | Asal sumber dan status verifikasi dijelaskan di 4.7; bukti belum dipetakan per domain. | |
| 5Konteks setempat diperhitungkan | Disusun untuk jasa keuangan Indonesia, dari sumber berbahasa Indonesia dan Inggris. | |
| 6Metode terbuka | Domain, bobot, rubrik, rumus, dan aturan nilai sama diterbitkan, dengan kalkulator di 4.4; nilai per sinyal dan dasar penilaian editorial belum. | |
| 7Indikator relevan dan valid | Konsistensi internal diuji (alfa Cronbach 0,87, atau 0,79 tanpa institusi lantai); validitas terhadap ukuran luar belum diuji. | |
| 8Hasil diutamakan daripada input | Outcomes memegang 22 dari 100 bobot; Ways of Working mengukur cara kerja, bukan hasil. Strategy, yang paling mudah dinyatakan, paling rendah. | |
| 9Bobot terlihat dan jarang diubah | Bobot diterbitkan; setiap perubahan dicatat di riwayat versi. | |
| 10Etika dan imparsialitas | Hubungan komersial dinyatakan dan penilaian editorial diberi label; penilai independen belum dilibatkan. | |
| 11Data yang dapat diverifikasi | 55 nama tertaut ke sumber publik; 45 ditandai dalam verifikasi. | |
| 12Pengumpulan data yang sistematis | Satu periode bukti dan satu aturan untuk semua institusi; populasi purposif, bukan sampel acak. | |
| 13Jaminan mutu proses | Uji ketahanan dan konsistensi diterbitkan; audit statistik eksternal belum dilakukan. | |
| 14Tata kelola yang menumbuhkan kepercayaan | Dewan penasihat independen belum dibentuk. | |
| 15Pembaca dapat memilih tampilan dan bobot | Penyaring kategori, empat cara mengurutkan, dan simulator bobot di 4.6. | |
| 16Kesalahan diminimalkan dan diperbaiki | Saluran koreksi dan riwayat versi tersedia di 4.9; hak jawab berjalan pada Tahap 3. |
Daftar periksa sepuluh langkah OECD–JRCOECD dan Joint Research Centre Komisi Eropa, Handbook on Constructing Composite Indicators: Methodology and User Guide (2008)
| Langkah | Status | Di indeks ini |
|---|---|---|
| 1Kerangka teoretis | Lima domain dengan pertanyaan masing-masing; sinyal bukti diterbitkan pada versi 1.1, setelah penilaian Tahap 1 (4.2). | |
| 2Pemilihan data | Bukti publik hingga 24 September 2026, tanpa batas awal dan sebagian besar dari media (4.7). | |
| 3Imputasi data yang hilang | Imputasi lantai: bukti tipis atau tidak ada diberi Advancing, dinyatakan di 4.3 dan 4.10. | |
| 4Analisis multivariat | Korelasi antardomain 0,41–0,69 dan alfa Cronbach 0,87; tanpa institusi lantai, 0,21–0,64 dan 0,79 (4.12). | |
| 5Normalisasi | Skala kategoris empat tingkat yang sama untuk semua domain. | |
| 6Pembobotan dan agregasi | Bobot normatif tim penyusun dengan alasan yang diterbitkan; rata-rata tertimbang linear yang kompensatoris. | |
| 7Analisis ketidakpastian dan sensitivitas | 1.000 simulasi bobot dan skenario bobot setara (4.6); aturan lantai, pembulatan, dan agregasi belum diuji. | |
| 8Kembali ke data | Profil lima domain di setiap kartu, jejak perhitungan di profil institusi, dan data terbuka. | |
| 9Kaitan dengan indikator lain | Belum dibandingkan dengan indeks atau data eksternal. | |
| 10Visualisasi hasil | Peringkat, kelompok nilai, rentang posisi, dan sebaran sumber. |
4.12Data terbuka, cara mengutip, dan uji ulang
Data peringkat dapat diunduh dan dihitung ulang dengan rumus di 4.4: tingkat per domain, nilai, kelompok posisi, rentang uji, dasar penilaian, dan tautan sumber. Akademisi, analis, dan institusi yang dinilai dipersilakan menguji angka-angka ini dan melaporkan temuannya.
Cara mengutip
Sagara Technology. (2026). CTO Intelligence Index 2026: 100 Pemimpin Teknologi Jasa Keuangan Indonesia (Versi 1.1; data per 24 September 2026). Bagian dari The Financial Services AI Execution Report 2026. Jakarta: Sagara Technology.