CTO Intelligence Index

TOP 100 2026

Siapa Memimpin Teknologi Indonesia

Seratus institusi keuangan Indonesia dan pemimpin teknologinya — diurutkan 1 sampai 100 menurut penilaian fungsi teknologi di lima domain, dengan metodologi terbuka.

Data per 24 September 2026 · penilaian awal Tahap 1

01Bank BUMN, Syariah & Daerah18 02Bank Swasta & Asing14 03Bank Digital & Pembayaran16 04Multifinance, Asuransi & Data Kredit37 05Pasar Modal & Lembaga Negara15

CTO Intelligence Index 2026

100 Pemimpin Teknologi Jasa Keuangan Indonesia

Peringkat 1–100

CTO Intelligence Index 2026

Penghargaan Kategori 2026

Seratus institusi, enam belas kategori. Setiap pemimpin teknologi mendapat tempat di kategorinya sendiri: dari Direktur Teknologi Bank Daerah hingga CTO Pembayaran Digital.

Urutan di tiap kategori mengikuti nilai gabungan penilaian awal Tahap 1 (bukti publik per 24 September 2026), yang menilai fungsi teknologi institusi; nama dicantumkan sebagai pemimpin periode berjalan. Institusi dengan nilai sama di kategorinya berbagi posisi (No. 1 bersama); nama yang masih dalam verifikasi ditandai dan belum mendapat lencana. Penghargaan akan diperbarui setelah wawancara verifikasi dan hak jawab.

01

Temuan

TEMUAN 01 25 dari 27

Hampir semua direktur teknologi bank dan BUMN datang dari bank dan lembaga keuangan lain

Bayangkan 27 kursi direktur teknologi, sebagian besar di bank dan BUMN. Saat ditelusuri siapa yang mendudukinya, 25 orang datang dari dunia yang sama: bank, asuransi, atau lembaga keuangan lain. Mereka berpindah dari satu gedung ke gedung berikutnya; dua pindah dari BSI dan dua dari Bank Mandiri untuk memimpin teknologi di bank lain. Hanya dua yang datang dari luar, dan keduanya pun bukan dari engineering: satu dari penjualan perusahaan perangkat lunak (Pegadaian), satu dari politik daerah (BPJS Ketenagakerjaan). Di perusahaan pembayaran dan kredit digital, ceritanya lain: CTO DANA sebelumnya di Microsoft, CTO Kredivo sebelumnya memimpin engineering di Grab, dan CTO Xendit ikut mendirikan perusahaannya. Teknologinya terus berganti; asal para pemimpinnya hampir tidak.

Sebelas perpindahan yang jejaknya bisa ditelusuri:

TEMUAN 02 14 dari 27

Dalam delapan belas bulan, separuh kursi teknologi sudah berubah

Bayangkan lomba lari estafet sepanjang tiga sampai lima tahun: kira-kira selama itulah sebuah institusi keuangan butuh waktu untuk benar-benar berubah dengan AI. Sekarang lihat siapa yang memegang tongkatnya. Sejak Maret 2025, 14 dari 27 kursi teknologi setingkat direksi sudah berganti pemegang atau berubah bentuk. Tiga di antaranya kursi yang baru dibuat (bank bjb, KPEI, Bank Sumut); satu lagi, di Bank DKI, dikosongkan pemegang saham hanya beberapa hari setelah layanannya terganggu. Artinya, banyak pelari menyerahkan tongkat sebelum lintasannya selesai: programnya berjalan terus, tetapi orang yang memulainya sering tidak sempat menuntaskannya.

Kapan tiap kursi terakhir berganti pemegang atau bentuk:

TEMUAN 03 1 dari 3

Hanya satu dari tiga institusi keuangan memberi teknologi kursi di meja direksi

Di setiap institusi keuangan ada satu meja tempat keputusan terbesar diambil: rapat direksi. Di sana duduk direktur keuangan, direktur risiko, direktur bisnis. Pertanyaannya sederhana: adakah satu kursi yang namanya teknologi? Dari 93 institusi yang susunan direksinya ditelusuri, jawabannya “ada” hanya di 31: sebagian besar bank dan BUMN, ditambah badan publik, satu fintech milik BUMN, satu bank digital milik fintech, dua asuransi grup Astra, dan satu multifinance. Di 62 lainnya, teknologi tidak disebut dalam jabatan direksi mana pun. Lima lembaga penjaminan dan pembiayaan negara tidak memiliki kursi itu sama sekali; empat bank asing dan dua anak usaha grup besar memakai jabatan direktur yang umum; empat bank daerah tidak mencantumkannya dalam nama jabatan. Yang menarik, bank digital dan perusahaan pembayaran, yang bisnisnya hidup dari aplikasi, umumnya menaruh teknologi satu tingkat di bawah meja itu, di tangan seorang CTO atau Head. Di multifinance dan asuransi swasta, letak teknologi di bawah direksi belum ditelusuri untuk temuan ini; polanya diperkirakan serupa.

02

Seratus institusi yang mengurus uang Indonesia, dalam satu peta

Menabung, membayar lewat aplikasi, mencicil motor, membeli polis, membeli saham: hampir semua urusan uang sehari-hari melewati institusi seperti seratus nama di peta ini, dari BRI dan BCA hingga bank daerah, dari DANA dan GoPay hingga Bursa Efek Indonesia. Agar mudah dibaca, mereka dikelompokkan menjadi sepuluh klaster. Tab A menunjukkan siapa saja mereka, tab B mengurutkan mereka di tiap domain, tab C memuat nama pemimpin teknologinya, dan tab D menyusun seluruhnya dari 1 sampai 100. Angkanya adalah penilaian awal dari bukti publik per 24 September 2026 dan akan diperbarui setelah wawancara verifikasi dan hak jawab.

100institusi dalam populasi
10klaster institusi
59di antaranya bank atau perusahaan pembiayaan
16kategori Penghargaan 2026

Pengelompokan disusun Sagara Technology. Kebutuhan teknologi adalah hipotesis analitis berbasis model bisnis publik — bukan asesmen, bukan data internal, dan bukan pernyataan tentang rencana institusi mana pun.

Tingkat kematangan domain Advancing Accelerating Leading ◆ kemunculan di sepuluh besar domain (Tab B)

Kenapa kolom ini ada, tetapi tidak diberi skor

Dalam sembilan bulan, BRI mengganti pemimpin teknologinya dua kali — perombakan direksi Maret 2025 diikuti perombakan lagi pada RUPSLB Desember 2025. Bank Mandiri memindahkan Timothy Utama dari Direktur Information Technology ke Direktur Operations pada Agustus 2025. BCA baru mengangkat direktur teknologinya pada Maret 2026. Memberi skor pada nama, di tengah rotasi secepat itu, akan menilai orang atas warisan sistem yang dibangun pendahulunya. Karena itu nama dicantumkan sebagai keterangan kepemimpinan periode berjalan — bukan sebagai subjek yang diperingkat.

03

Mesin ekonomi tiap segmen, dan apa yang bisa digerakkan teknologi

Dua puluh segmen jasa keuangan, termasuk yang menampung seratus institusi di atas, dibaca dari sumber pendapatannya. Kolom terakhir adalah hipotesis analitis tentang apa yang bisa diperbaiki AI, digital, dan siber pada 2026–2030.

Kolom biru: semua butir di dalamnya bisa dikerjakan bersama tim Sagara Tech. Klik butirnya untuk membaca apa itu, angka yang digerakkannya, dan arahnya sampai 2030.

SegmenSumber pendapatan yang lazimMesin ekonomi sebenarnyaYang bisa digerakkan 2026–2030
Commercial Bank / BPD65–80% net interest income; 15–25% fees; 5–10% treasury/otherLoan ↑ + CASA ↑ + fee/customer ↑ + cost & NPL ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Digital Bank60–75% lending/spread; 15–25% fees; 5–15% treasury/otherActive customer × transactions × products/customer

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

BPR / Rural Bank80–90% interest/margin; 5–15% fees; <10% otherLoan volume ↑ + NPL ↓ + operating cost ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Multifinance / Leasing75–90% financing yield; 5–15% origination/admin; 5–10% insurance/otherOutstanding financing × yield – credit loss

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Insurance70–85% premium/underwriting income; 10–25% investment; 5–10% fees/otherPremium ↑ + retention ↑ + loss ratio ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Payment / Acquirer / Gateway60–80% MDR/take rate; 10–25% value-added services; 5–15% float/otherTransaction volume × take rate

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Fintech Lending / Pindar50–70% platform/origination/service fees; 20–40% financing economics*; 5–15% otherOrigination ↑ + repeat borrower ↑ + default ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Securities / Brokerage35–55% brokerage; 20–35% underwriting/advisory; 10–25% financing/interest; remainder otherTrading volume + active investor + AUM/client

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Investment Banking30–45% M&A/advisory; 25–40% ECM/DCM underwriting; 15–30% structured finance/otherMore mandates × bigger deal size × faster execution

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Asset Management70–90% management fee; 0–20% performance fee; 5–15% otherAUM ↑ + performance ↑ + client retention ↑

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Wealth Management / Private Banking40–60% advisory/AUM fees; 20–40% lending/deposit economics; 10–20% brokerage/FX/otherAUM/client ↑ + products/client ↑ + retention ↑

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Pegadaian / Secured Lending70–85% financing margin/ujrah; 10–20% gold/transaction fees; 5–10% otherLoan book ↑ + utilization ↑ + loss ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Credit Guarantee / Penjaminan70–90% guarantee fee; 10–30% investment incomeGuaranteed portfolio ↑ – claim ratio ↓

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Dana Pensiun / DPLKOperator: 60–80% management/admin economics; 10–25% service/otherAUM ↑ + participants ↑ + operating efficiency ↑

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Exchange / Clearing / Custody / Market Infrastructure40–60% transaction/clearing; 15–25% listing/custody; 15–30% data/technology/otherTransaction volume + issuers + market data monetization

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Digital Assets / ITSK50–70% transaction fees; 15–25% custody/management; 10–20% issuance/data/otherAssets × transactions × take rate

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Venture Capital~1,5–2,5% management fee/AUM per tahun + ~15–25% carryFind winners earlier + portfolio value ↑ + successful exits ↑

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Private Equity~1,5–2,0% management fee + ~20% carried interest; carry dapat mendominasi pada tahun exitEBITDA portfolio ↑ + valuation multiple ↑ + successful exits

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Single Family OfficeTidak punya external revenue mix; targetnya return dan preservation of family capitalRisk-adjusted return + capital preservation + visibility

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Multi-Family Office60–80% AUM/advisory fees; 10–20% administration/reporting; 10–20% transaction/otherAUM ↑ + HNW clients ↑ + retention ↑

Penjelasan untuk segmen iniKerjakan bersama Sagara Tech

Komposisi pendapatan adalah rentang lazim per segmen, bukan angka institusi tertentu; * pada fintech lending: porsi financing economics bergantung pada model on-balance-sheet atau marketplace.

04

Metodologi: bagaimana peringkat ini disusun dan cara memeriksanya

Tahap 1Selesai · data per 24 September 2026

Bukti publik

Pemberitaan media bisnis, situs dan rilis resmi institusi, keterbukaan informasi, dan toko aplikasi dibaca untuk memberi satu tingkat pada setiap domain, disertai satu kalimat dasar penilaian per institusi. Tautan sumber ditampilkan di profil institusi.

Tahap 2Berikutnya

Wawancara verifikasi

Wawancara terstruktur dengan fungsi teknologi tiap institusi untuk menguji klaim yang tidak bisa dibuktikan dari dokumen, dengan permintaan bukti untuk setiap klaim yang bisa diverifikasi.

Tahap 3Setelah Tahap 2

Hak jawab dan publikasi

Setiap institusi menerima skor dan dasarnya sebelum skor final diterbitkan, dengan tenggat untuk mengoreksi fakta. Keberatan yang tidak diterima tetap dicatat.

Ajukan hak jawab

4.1Indeks dalam satu halaman

Pertanyaan
Seberapa jauh fungsi teknologi setiap institusi mengeksekusi transformasi digital dan AI, sebagaimana terlihat dari bukti publik?
Pembaca
Pimpinan institusi keuangan dan fungsi teknologinya, investor, analis, dan pembuat kebijakan.
Yang dinilai
Fungsi teknologi institusi, bukan pribadi pemimpinnya. Nama dicantumkan sebagai pemimpin periode berjalan dan tidak diberi skor; kursi yang sedang berganti mencantumkan pemegang sebelumnya, ditandai “hingga …”.
Populasi
100 institusi jasa keuangan Indonesia, dikelompokkan dalam lima kategori (18 · 14 · 16 · 37 · 15) dan sepuluh klaster di Peta 100 institusi. Jenisnya mencakup bank BUMN, syariah, daerah, swasta, asing, dan digital; pembayaran; multifinance; asuransi; biro kredit; pasar modal; serta lembaga keuangan negara. Populasi dipilih secara purposif oleh penyusun.
Periode bukti
Bukti publik yang terbit hingga 24 September 2026, tanpa batas awal; usia bukti dibahas di 4.10.
Kerangka
Lima domain berbobot: Outcomes 22 · Adoption 17 · Enablers 20 · Strategy 15 · Ways of Working 26. Dua puluh sinyal bukti menjelaskan apa yang dicari di setiap domain.
Skala
Empat tingkat: Leading, Accelerating, Advancing, Emerging. Tahap 1 memakai tiga tingkat teratas; Advancing juga menjadi tingkat untuk bukti yang tipis atau tidak ada.
Agregasi
Rata-rata tertimbang linear, dipetakan ke nilai 86–98 dan dibulatkan; nilai yang sama membentuk satu kelompok posisi.
Ketahanan
1.000 simulasi bobot (setiap bobot digeser antara 50% dan 150%), dengan benih acak tetap agar hasilnya dapat diulang.
Status
Tahap 1 dari 3: penilaian awal, sebelum wawancara verifikasi dan hak jawab.
Versi
1.1 · diperbarui 10 Oktober 2026 · riwayat versi
Penerbit
Sagara Technology (PT Sagara Asia Teknologi), Jakarta.

4.2Lima domain dan dua puluh sinyal bukti

Setiap domain menjawab satu pertanyaan. Empat sinyal di bawah setiap domain menjelaskan bukti seperti apa yang dicari.

Outcomes22

Apakah teknologi sudah terlihat di hasil bisnis?

  1. O1 Skala kanal digital pengguna, transaksi, atau nilai transaksi yang diungkap.
  2. O2 Kontribusi ke pendapatan fee, dana murah, atau penyaluran lewat kanal digital.
  3. O3 Efisiensi dan otomasi waktu proses, biaya, atau porsi proses tanpa sentuhan manual yang dilaporkan.
  4. O4 Keandalan layanan ketersediaan layanan dan rekam jejak gangguan yang tercatat publik.
Adoption17

Seberapa jauh AI dan otomasi masuk ke proses inti?

  1. A1 AI di keputusan inti kredit, fraud, risiko, atau underwriting.
  2. A2 AI di layanan dan operasi layanan nasabah, dokumen, penagihan, rekonsiliasi.
  3. A3 Sebaran lintas bisnis penggunaan di lebih dari satu lini bisnis atau anak usaha.
  4. A4 AI untuk karyawan asisten AI dan alat kerja berbasis AI, termasuk untuk engineering.
Enablers20

Apakah fondasinya siap menopang skala?

  1. E1 Kursi teknologi di puncak direktur atau eksekutif teknologi dengan portofolio yang diumumkan.
  2. E2 Fondasi data platform data dan analitik terpusat.
  3. E3 Arsitektur modern modernisasi core, API, dan cloud.
  4. E4 Keamanan dan ketahanan kerangka keamanan siber dan ketahanan operasional yang diungkap.
Strategy15

Apakah arahnya tertulis, didanai, dan diatur?

  1. S1 Strategi yang diterbitkan rencana strategis TI, digital, atau AI.
  2. S2 Komitmen investasi belanja atau program teknologi yang diungkap.
  3. S3 Kemitraan dan ekosistem integrasi mitra, API terbuka, keuangan tertanam.
  4. S4 Tata kelola tata kelola data, AI, dan risiko model.
Ways of Working26

Bagaimana organisasi teknologinya membangun?

  1. W1 Engineering internal produk inti yang dibangun dan dikelola tim sendiri.
  2. W2 Model operasi produk tim lintas fungsi dengan pemilik produk.
  3. W3 Ritme rilis pembaruan produk yang berkelanjutan dan terlihat publik.
  4. W4 Talenta dan kesinambungan rekrutmen teknologi dan stabilitas kursi pemimpinnya.

Pada Tahap 1, tingkat diberikan per domain berdasarkan bukti yang tersedia, dengan satu kalimat dasar per institusi; nilai per sinyal belum dicatat terpisah. Daftar sinyal ini diterbitkan pada versi 1.1 dan menjadi lembar kode wawancara Tahap 2.

Mengapa bobotnya begini

Bobot sama untuk setiap institusi dan ditetapkan secara normatif oleh tim penyusun. Outcomes (22) menimbang hasil yang terlihat, dan Ways of Working (26), bobot tertinggi, menimbang cara organisasi membangun: dua hal yang paling sulit dibuat-buat. Enablers (20) menimbang fondasi yang menentukan apakah eksekusi bisa diperbesar. Adoption (17) sengaja dibatasi agar pengumuman uji coba AI tidak menggelembungkan nilai, dan Strategy (15) paling rendah karena dokumen strategi paling mudah diterbitkan dan paling sulit diverifikasi dari luar. Seberapa jauh peringkat bergantung pada pilihan ini diuji di 4.6.

4.3Rubrik tingkat

Setiap domain diberi satu dari empat tingkat menurut ciri buktinya. Rubrik yang sama dipakai untuk kelima domain.

TingkatPoinCiri buktiDipakai pada Tahap 1
Leading4Praktik berjalan pada skala institusi, dan hasilnya diungkap dengan angka atau rujukan yang dapat diperiksa.19
Accelerating3Praktik sudah melampaui tahap uji coba di lebih dari satu area; hasilnya diungkap sebagian.142
Advancing2Inisiatif, uji coba, atau rencana sudah diungkap, atau bukti publiknya tipis atau tidak ada. Tingkat terendah yang diberikan pada Tahap 1.339
Emerging1Fondasi masih dibangun. Ada dalam skala, tetapi belum diberikan pada Tahap 1.0

Kolom terakhir menghitung 500 penilaian domain (100 institusi × 5 domain). Pada Tahap 1, domain yang bukti publiknya tipis atau tidak ada ditempatkan pada Advancing, tingkat terendah yang dipakai. Ini adalah imputasi lantai yang dinyatakan terbuka: Advancing pada Tahap 1 tidak selalu berarti ada inisiatif yang diungkap. 38 institusi berada di tingkat ini pada kelima domain.

4.4Cara menghitung nilai

1Poin rata-rata tertimbang P = Σ (poin domain × bobot domain) ÷ 100

2Nilai = 86 + 12 × (P − 1) ÷ 3, dibulatkan ke bilangan bulat terdekat

3Tingkat keseluruhan: Leading bila P ≥ 3,4 · Accelerating bila P ≥ 2,4 · selain itu Advancing

Skala tampilan memetakan poin rata-rata 1–4 secara linear ke 86–98. Karena Tahap 1 hanya memakai tiga tingkat teratas, seluruh nilai berada di 90–98. Jarak antarnilai sengaja tipis: yang dibaca adalah urutan dan kelompoknya, bukan selisih angkanya.

4.5Nilai yang sama dan cara membaca posisi

Nilai dibulatkan ke bilangan bulat, sehingga banyak institusi berbagi nilai yang sama. Mereka membentuk satu kelompok posisi: di dalam kelompok, urutan tidak menunjukkan perbedaan kinerja. Karena itu kartu yang berbagi nilai menampilkan rentang posisinya, misalnya setara #18–37, dan penghargaan kategori memberi posisi bersama kepada institusi yang nilainya sama di kategorinya.

Sebaran nilai gabungan: jumlah institusi per nilai, dan posisi yang mereka tempati

Di dalam kelompok, empat besar diurutkan secara editorial (BRI, BCA, Bank Mandiri, Pegadaian), selebihnya menurut abjad.

4.6Uji ketahanan: seberapa jauh peringkat bergantung pada bobot

Bobot adalah pilihan. Untuk mengujinya, kelima bobot diambil acak 1.000 kali, masing-masing antara 50% dan 150% dari bobot yang diterbitkan, lalu peringkat dihitung ulang dengan aturan yang sama. Rentang di bawah menunjukkan posisi yang ditempati setiap institusi pada 90% simulasi.

Rentang posisi pada 90% simulasi bobot (garis) dan posisi di daftar (titik)

Cara baca: posisi di dalam kelompok nilai yang sama dihitung sebagai rentang (posisi terbaik sampai terburuk), bukan diundi. Yang dilaporkan adalah persentil ke-5 posisi terbaik dan persentil ke-95 posisi terburuk. Uji ini hanya menggeser bobot; aturan lantai, pembulatan, dan cara agregasi belum diuji.

Coba bobot Anda sendiri

Geser bobot dan lihat sepuluh besar dihitung ulang dengan rumus yang sama. Bobot nol berarti domain diabaikan.

4.7Sumber bukti dan status verifikasi

Asal tautan sumber yang berbeda
Status nama pemimpin teknologi, satu kotak per institusi
  • Setiap nama berstatus terverifikasi menautkan satu atau dua sumber publik di kartunya. Jenisnya beragam: 25 dari 55 tertaut ke situs resmi institusi, asosiasi, regulator, atau pemerintah, 26 ke pemberitaan media tanpa sumber resmi, dan 4 hanya ke profil profesional atau basis data pihak ketiga (Home Credit Indonesia, Akulaku Indonesia, Ajaib, Stockbit); status yang terakhir ini perlu ditinjau ulang.
  • Nama berstatus dalam verifikasi berasal dari riset Sagara atas profil profesional dan sumber sekunder, dan belum tertaut ke sumber publik. Nama itu dipakai sebagai titik awal verifikasi, bukan sebagai temuan.
  • Nilai institusi dinilai dari bukti institusinya, bukan dari siapa pemimpinnya. Pengecualian: dasar penilaian 22 institusi menyebut kursi atau jabatan teknologi yang masih dalam verifikasi.
  • Tiga nama tercatat sebagai pemegang jabatan sebelumnya, ditandai “hingga …” di kartunya.
  • Bukti per domain belum dipetakan satu per satu: setiap institusi memiliki satu daftar sumber dan satu kalimat dasar penilaian, bukan tautan untuk setiap tingkat domain.
  • Periode bukti ditutup 24 September 2026, tanpa batas awal. Sedikitnya 55 tautan (16%) menunjukkan tahun 2022 atau sebelumnya. Bukti yang terbit sesudah 24 September masuk ke pembaruan berikutnya dan dicatat di riwayat versi.

4.8Independensi dan konflik kepentingan

  • Tidak ada biaya. Tidak ada institusi yang membayar untuk masuk daftar, dinilai, atau mengubah peringkatnya.
  • Satu rubrik untuk semua. Rubrik dan bobot yang sama berlaku untuk seratus institusi, tanpa penyesuaian per institusi.
  • Hubungan komersial dinyatakan. Sagara Technology bekerja langsung dengan sebagian institusi dalam indeks ini; daftar namanya belum diterbitkan. Rubrik dan bobot tidak berubah karena hubungan itu.
  • Penilaian editorial diberi label. Untuk satu institusi (Pegadaian), penilaian memakai pengamatan langsung Sagara selain bukti publik, sehingga tidak dapat diperiksa sepenuhnya dari sumber publik. Kartunya berlabel penilaian editorial, dan alasannya ditulis sebagai penilaian Sagara.
  • Nilai melekat pada institusi. Peringkat dan penghargaan ditentukan oleh nilai fungsi teknologi institusi, lalu dicantumkan atas nama pemimpin periode berjalan. Kursi yang sedang berganti ditandai “hingga …”; nama yang masih dalam verifikasi ditandai dan belum mendapat lencana.

4.9Hak jawab, koreksi, dan riwayat versi

Kesalahan fakta, seperti nama, jabatan, tanggal, atau sumber, dapat dilaporkan siapa pun dengan menyertakan rujukannya. Bila koreksi diterima, data diperbaiki dan dicatat di bawah beserta tanggalnya. Keberatan atas penilaian yang tidak diterima tetap dicatat bersama alasannya.

VersiTanggalPerubahan
1.110 Oktober 2026Metodologi diperluas: domain, sinyal bukti, rubrik, rumus, aturan nilai sama, uji ketahanan, sumber bukti, batasan, dan data terbuka diterbitkan. Penghargaan kategori dan penghargaan khusus kini memberi posisi bersama bila nilainya sama, dan nama dalam verifikasi ditandai. Label sumber di kartu kini mengikuti tautan yang tampil. Tidak ada perubahan nilai maupun peringkat.
1.0Data per 24 September 2026Penilaian awal Tahap 1 berbasis bukti publik untuk seratus institusi dalam lima domain.
BerikutnyaTahap 2Wawancara verifikasi. Setiap perubahan nilai akan dicatat di sini, per institusi, beserta alasannya.

4.10Batasan yang perlu diketahui pembaca

  1. Bias keterbukaan. Institusi yang lebih banyak mengungkap informasi cenderung bernilai lebih tinggi. Ketiadaan bukti publik bukan bukti ketiadaan praktik.
  2. Imputasi lantai. 38 institusi berada pada Advancing di kelima domain; bagi sebagian di antaranya, ini mencerminkan bukti publik yang tipis, bukan inisiatif yang terlihat (4.3).
  3. Skala yang sempit. Tiga tingkat yang dipakai dan skala tampilan 90–98 membuat selisih di bawah sepuluh besar kecil; posisi di sana dibaca sebagai kelompok (4.5).
  4. Agregasi kompensatoris. Rata-rata tertimbang memungkinkan domain yang kuat menutup domain yang lemah; profil lima domain di setiap kartu menunjukkan bentuk sebenarnya.
  5. Uji ketahanan terbatas pada bobot. Aturan lantai, pembulatan, dan cara agregasi belum diuji (4.6).
  6. Bukti per domain belum dipetakan. Setiap institusi memiliki satu daftar sumber dan satu kalimat dasar, belum tautan untuk setiap tingkat domain.
  7. Belum diverifikasi langsung. Belum ada wawancara verifikasi (Tahap 2) maupun hak jawab (Tahap 3).
  8. Nama dalam verifikasi. 45 dari 100 nama belum tertaut ke sumber publik, dan 4 nama terverifikasi hanya bersandar pada profil pihak ketiga.
  9. Penilaian editorial. Satu institusi (Pegadaian) dinilai dengan pengamatan langsung Sagara yang tidak dapat diperiksa dari sumber publik.
  10. Komposisi dan usia sumber. 77% tautan yang berbeda berasal dari media dan publikasi; sedikitnya 16% menunjukkan tahun 2022 atau sebelumnya.
  11. Populasi purposif. Seratus institusi ini bukan sensus sektor jasa keuangan dan bukan sampel acak; institusi di luar daftar tidak dinilai.

4.11Penilaian mandiri terhadap standar internasional

Tanpa mitra eksternal, indeks ini menilai dirinya sendiri terhadap dua rujukan terbuka untuk peringkat dan indeks komposit, lalu menerbitkan hasilnya apa adanya, termasuk yang baru terpenuhi sebagian atau belum. Ini penilaian mandiri, bukan audit eksternal.

Berlin Principles on RankingPrinsip peringkat dari International Ranking Expert Group (IREG, dibentuk UNESCO-CEPES dan Institute for Higher Education Policy), Berlin, 2006. Disusun untuk peringkat perguruan tinggi; diterapkan di sini secara analogi.
PrinsipStatusDi indeks ini
1Satu dari beberapa cara menilaiDisajikan sebagai bacaan bukti publik, bukan audit dan bukan pengganti pengawasan regulator.
2Tujuan dan pembaca yang jelasPertanyaan, pembaca, unit penilaian, dan populasi dinyatakan di 4.1.
3Mengakui keragaman institusiLima kategori dan enam belas penghargaan kategori; satu rubrik dipakai untuk semua jenis institusi agar sebanding.
4Sumber data dijelaskanAsal sumber dan status verifikasi dijelaskan di 4.7; bukti belum dipetakan per domain.
5Konteks setempat diperhitungkanDisusun untuk jasa keuangan Indonesia, dari sumber berbahasa Indonesia dan Inggris.
6Metode terbukaDomain, bobot, rubrik, rumus, dan aturan nilai sama diterbitkan, dengan kalkulator di 4.4; nilai per sinyal dan dasar penilaian editorial belum.
7Indikator relevan dan validKonsistensi internal diuji (alfa Cronbach 0,87, atau 0,79 tanpa institusi lantai); validitas terhadap ukuran luar belum diuji.
8Hasil diutamakan daripada inputOutcomes memegang 22 dari 100 bobot; Ways of Working mengukur cara kerja, bukan hasil. Strategy, yang paling mudah dinyatakan, paling rendah.
9Bobot terlihat dan jarang diubahBobot diterbitkan; setiap perubahan dicatat di riwayat versi.
10Etika dan imparsialitasHubungan komersial dinyatakan dan penilaian editorial diberi label; penilai independen belum dilibatkan.
11Data yang dapat diverifikasi55 nama tertaut ke sumber publik; 45 ditandai dalam verifikasi.
12Pengumpulan data yang sistematisSatu periode bukti dan satu aturan untuk semua institusi; populasi purposif, bukan sampel acak.
13Jaminan mutu prosesUji ketahanan dan konsistensi diterbitkan; audit statistik eksternal belum dilakukan.
14Tata kelola yang menumbuhkan kepercayaanDewan penasihat independen belum dibentuk.
15Pembaca dapat memilih tampilan dan bobotPenyaring kategori, empat cara mengurutkan, dan simulator bobot di 4.6.
16Kesalahan diminimalkan dan diperbaikiSaluran koreksi dan riwayat versi tersedia di 4.9; hak jawab berjalan pada Tahap 3.
Daftar periksa sepuluh langkah OECD–JRCOECD dan Joint Research Centre Komisi Eropa, Handbook on Constructing Composite Indicators: Methodology and User Guide (2008)
LangkahStatusDi indeks ini
1Kerangka teoretisLima domain dengan pertanyaan masing-masing; sinyal bukti diterbitkan pada versi 1.1, setelah penilaian Tahap 1 (4.2).
2Pemilihan dataBukti publik hingga 24 September 2026, tanpa batas awal dan sebagian besar dari media (4.7).
3Imputasi data yang hilangImputasi lantai: bukti tipis atau tidak ada diberi Advancing, dinyatakan di 4.3 dan 4.10.
4Analisis multivariatKorelasi antardomain 0,41–0,69 dan alfa Cronbach 0,87; tanpa institusi lantai, 0,21–0,64 dan 0,79 (4.12).
5NormalisasiSkala kategoris empat tingkat yang sama untuk semua domain.
6Pembobotan dan agregasiBobot normatif tim penyusun dengan alasan yang diterbitkan; rata-rata tertimbang linear yang kompensatoris.
7Analisis ketidakpastian dan sensitivitas1.000 simulasi bobot dan skenario bobot setara (4.6); aturan lantai, pembulatan, dan agregasi belum diuji.
8Kembali ke dataProfil lima domain di setiap kartu, jejak perhitungan di profil institusi, dan data terbuka.
9Kaitan dengan indikator lainBelum dibandingkan dengan indeks atau data eksternal.
10Visualisasi hasilPeringkat, kelompok nilai, rentang posisi, dan sebaran sumber.

4.12Data terbuka, cara mengutip, dan uji ulang

Data peringkat dapat diunduh dan dihitung ulang dengan rumus di 4.4: tingkat per domain, nilai, kelompok posisi, rentang uji, dasar penilaian, dan tautan sumber. Akademisi, analis, dan institusi yang dinilai dipersilakan menguji angka-angka ini dan melaporkan temuannya.

Tanyakan metodologi

Cara mengutip

Sagara Technology. (2026). CTO Intelligence Index 2026: 100 Pemimpin Teknologi Jasa Keuangan Indonesia (Versi 1.1; data per 24 September 2026). Bagian dari The Financial Services AI Execution Report 2026. Jakarta: Sagara Technology.

Catatan teknis untuk penelitiParameter simulasi, korelasi antardomain, dan konsistensi internal
Korelasi Pearson antardomain (n = 100, poin 1–4)

Tentang penyusun

Sagara Technology

Perusahaan teknologi Indonesia sejak 2014, berbasis di Jakarta. Sagara Tech membangun AI command center dan menyiapkan tim engineering terkelola untuk institusi keuangan, BUMN, dan pemerintah.

Desk CTO IndexTim indeks · WhatsApp